Kalimat Efektif
Kalimat
adalah kesatuan
ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan (KBBI). Suatu kalimat
harus bersifat efektif untuk memudahkan pembaca dalam memahami maksud yang
ingin disampaikan oleh penulis. Suatu kalimat dikatakan efektif jika memenuhi
beberapa syarat diantaranya,kesatuan, kepaduan, keparalelan, ketepatan,
kehematan, dan kelogisan. Berikut disajikan beberapa contoh kalimat tidak
efektif beserta penjelasannya.
Contoh pertama,
Para duta-duta besar sudah pada
berdatangan hadir pada upacara peringatan 100 tahun Bung Hatta. Kalimat
yang bercetak miring tidak dapat dikatakan sebagai kalimat efektif karena dalam
kalimat tersebut terdapat syarat yang tidak terpenuhi, yakni syarat kehematan.
Kehematan dalam sebuah kalimat berarti adanya upaya menghindari pemakaian kata
yang tidak perlu. Pada kalimat yang bercetak miring tersebut terdapat
pemborosan kata seperti para duta-dutar
yang seharusnya ditulis duta-duta
atau para duta, sudah pada berdatangan
hadir sebaiknya diganti menggunakan frasa telah menghadiri agar pembaca dapat dengan mudah memahami maksud
penulis dan tidak terkesan berbelit-belit. Adapun untuk ejaannya sudah tepat,
yakni dalam penggunaan huruf kapital di awal kalimat dan nama orang. Berdasarkan
beberapa penjelasan di atas, perbaikan kalimat yang bercetak miring menjadi Para duta besar telah mengahdiri upacara
peringatan 100 tahun Bung Hatta atau Duta-duta
besar telah menghadiri upacara peringatan 100 tahun Bung Hatta.
Contoh kedua
yaitu, Dari hasil pemeriksaan telah
membuktikan dalam kasus pengeboman itu dia tidak terlibat sama sekali. Pada
kalimat yang bercetak miring tersebut terdapat beberapa kesalahan. Pertama,
dalam suatu kalimat seharusnya tidak diawali dengan konjungsi, karena penempatan
konjungsi diawal kalimat akan menghilangakan kedudukan atau fungsi kata/frasa
yang menjadi subjek. Kedua, kalimat tersebut disampaikan secara berbelit-belit
sehingga pembaca akan kesulitan dalam memahami maksud yang ingin disampaikan
penulis. Berdasarkan kesalahan tersebut, kalimat yang bercetak miring belum dapat
dikelompokkan sebagai kalimat efektif dan terdapat syarat yang tidak terpenuhi,
yakni syarat kehematan. Untuk memenuhi syarat kehematan, terdapat kata yang
harus dihilangkan, seperti kata dari,
sama sekali dan itu. Kemudian kata hasil atau
telah dipilih salah satu, karena kata
tersebut menunjukkan makna yang sama. Oleh karena itu, perbaikan yang tepat
untuk kalimat yang bercetak miring yaitu, Hasil
pemeriksaan membuktikan bahwa dia tidak terlibat dalam kasus pengeboman, ini
merupakan kalimat pasif karena objek yang berupa hasil pemeriksaan diubah menjadi subjek. Adapun kalimat aktifnya menjadi Dia tidak terlibat kasus pengeboman dibuktikan dari hasil pemeriksaan.
Contoh
ketiga yaitu, Dalam kehidupan ini penuh
dengan ketidakpastian, kecuali kematian. Kalimat yang bercetak miring belum
dapat dikelompokkan sebagai kalimat efektif karena dalam kalimat tersebut
terdapat syarat yang tidak memenuhi keefektifan suatu kalimat, yakni syarat
kehematan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sebaiknya awal kalimat tidak
didahului oleh konjungsi, sehingga kata dalam
sebaiknya dihilangkan. Kata ini dihilangkan
agar kalimatnya lebih efektif, kehidupan diubah
menjadi hidup. Adapun penulisan ketidakpastian sudah sesuai dengan kaidah,
dimana jika ada dua kata yang memiliki satu makna dan setiap kata diberi prefiks
dan sufiks, maka penulisannya digabungkan. Oleh karena itu, perbaikan kalimat yang tepat yaitu Hidup penuh dengan ketidakpastian, kecuali kematian.